Read More

Digital Life

belakangan, banyak banget muncul social netword di dunia maya … diawali dengan friendster .. masuk era facebook … dan yang teranyar twitter. orang dalam komuniaksi nya dengan yang lain hanya perlu login dan “hidup” disitu sebagai komunitas. tidak hanya dengan orang yang kita kenal, kita juga bisa berkenalan dengan orang yang ga kita kenal … dengan berbagai tujuan … di situ. sharing info atau cuman sekedar ngasih tau ke orang-orang apa yang lagi dia kerjain. kian lama kian populer. jadi lah sebuah tren hidup. di mana account facebook atau twitter seolah jadi kebutuhan. kalo dulu orang kenalan dengan tanya no hape …. sekarang ga cuman no hape. sebelum tanya no hape biasanya orang tanya account facebook ato twitter....
December 13 2009   Posted Under: Issue

[Java] Hello World

 Java |  copy code |? 
01
/*
02
* class:blueprint dari sebuah object dalam object oriented programming;
03
* dalam java, semua aktivitas harus ditulis didalam class.
04
*
05
* "class" adalah keyword di java untuk mendeklarasikan sebuah class;
06
* "class namaClass" adalah cara deklarasi kelas; class di bawah memiliki namaClass "HelloWorld"
07
*
08
* public: salah satu access modifier yang mengijinkan class lain untuk menggunakan resource dari
09
* class yang bersangkutan.
10
*/
11
public class HelloWorld {
12
13
/*
14
* setiap aplikasi pada java haruslah memiliki satu buah "main" Method. fungsi inilah yang pertama kali
15
* dipanggil oleh interpreter pada saat runtime.
16
*/
17
public static void main(String[] args) {
18
19
/*
20
* fungsi pada java untuk mencetak pada layar;
21
*/
22
System.out.println("Bukan Hello World");
23
}
24
25
}
26
/*
27
* Output: akan tampil pada layar tulisan "Bukan Hello World"
28
*/

Read More February 24, 2010   Posted Under: Java, Software Tech

Broga Hill : hiking di negri orang

Broga Hill : hiking di negri orang
DSC00104

awal perjalanan .. matahari terbit di broga hill

Read More February 21, 2010   Posted Under: Gado-Gado, Galeries

Buzz : twitter di email google

Buzz : twitter di email google

jika anda buka email google sekarang, anda akan melihat sesuatu yang menarik di bagian sebelah kiri tampilan gmail. ada suatu item baru “Buzz”. apa itu ? .. buzz .. menurut saya, ini sejenis social networking yang di integrasikan dengan email google. yang membuat tentu saja google. sepertinya google sudah mulai penasaran untuk “ikut nimbrung” dalam persaingan para pembuat social networking. dari pada menyebut sebagai sebuah social networking baru, saya lebih suka menyebut ini sebagai feature microbloging baru untuk para pengguna google mail.

sejauh ini, saya belum melihat sesuatu yang “wah” dengan hadirnya google buzz ini. mungkin google punya sesuatu yang masih mereka simpan di balik launching nya google buzz ini. atau gara-gara kehabisan ide untuk mengimprove kualitas dari Gmail ?? hehe .. rasanya siapapun sedikit kurang percaya dengan hal yang kedua ini. apa pun itu, kita tunggu saja. mungkin mereka punya kejutan. siapa yang tau.

Read More February 20, 2010   Posted Under: Gado-Gado, Software Tech

Melaka : Kota Kecil Bersejarah

Melaka : Kota Kecil Bersejarah

Melaka1

melaka. Kota kecil bersejarah.

Read More February 17, 2010   Posted Under: Gado-Gado, Galeries

Selamat Datang Windows Phone 7

Selamat Datang Windows Phone 7

Barcelona, 15/02/2010. microsoft meluncurkan sistem operasi terbaru untuk smartphone yang mereka beri nama Windows Phone 7. pada versi kali ini, microsoft membuat suatu yang benar-benar berbeda dari versi sebelumnya. anda tidak akan melihat “kebiasaan” microsoft yang meletakan button start pada pojok. totally different.

Read More February 16, 2010   Posted Under: Gado-Gado, Software Tech

Standardization is really important

Standardization is really important

Anda tentu pernah menemui seorang project manager yang sangat cerewet tentang standar coding, atau mungkin anda pernah bekerja dengan seorang leader yang begitu teliti memeriksa line by line source code anda. source code anda yang jumlahnya ribuan line dikembalikan hanya karena “tidak memenuhi standar coding”. “standar coding” … seberapa penting ?. bukankah hal yang terpenting dari sebuah project adalah deliver tepat waktu dan zero bugs ?! ada baiknya kita belajar arti pentingnya sebuah standard dari industri non IT.

Diambil sebuah contoh industri “colokan dan socket listrik”. Indonesia, menggunakan colokan dengan dua kaki, tentunya socket listrinya menyesuaikan dengan menggunakan 2 buah lubang. kira-kira apa saja hal yang harus di standar kan agar socket listrik bisa match dengan colokan nya. pertama, mungkin jumlah lubang. yang kedua, jarak antar lubang dan jarak antar kaki. Yang terakhir posisi lubang haruslah match dengan posisi kaki. Itu kira-kira saja.

Setiap pabrik yang meproduksi colokan dan socket listrik harus mematuhi standar ini. Apa yang terjadi jika salah satu pabrik tidak menggunakan standar ? yang terjadi adalah produk yang mereka produksi tidak akan laku di pasaran karena hanya akan menyusahkan konsumen. Konsumen harus membeli colokan/soket listrik tertentu saja untuk bisa menggunakannya. Apa yang terjadi jika tiap pabrik memiliki standard masing-masing ?!. maka jika anda memiliki sebuah laptop, anda harus menyiapkan charger dengan colokan yang berbeda beda jenis tiap kali anda akan keluar rumah karena mungkin tempat dimana anda berhenti untuk membuka laptop memiliki socket listrik dengan jenis yang berbeda. Atau mungkin harus ada suatu pabrik “tambahan” yang akan memproduksi converter untuk tiap colokan listrik. Yang jelas sangat tidak praktis.

Hal yang kurang lebih sama pun akan terjadi di source code kita. Sebuah apliksi biasanya tidak dibuat oleh satu orang saja, tetapi dibuat oleh beberapa orang/team. Bukan suatu hal yang aneh apabila dalam sebuah team terjadi “pergantian personil”. Entah karena resign, pindah project atau hal lain. Jika sebuah aplikasi dibangun tanpa standar, tiap orang akan membawa style coding yang berbeda, pattern yang berbeda bahkan bahasa yang berbeda jika project tersebut dikerjakan oleh orang dengan kewarganegaraan yang berbeda-beda. Hal tersebut akan menyulitkan bagi seseorang yang baru di team tersebut. Dan mempelajari kodisi source code semacam itu memerlukan effort yang cukup besar. Memakan waktu dan energi yang seharusnya bisa digunakan untuk coding. Maintenance akan menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan, apalagi jika aplikasi tersebut harus berjalan dalam waktu yang cukup lama yang harus dilakukan oleh “beberapa generasi”.

  1: public boolean cekStringKosong (String str) {

  2:     return (str == null || str.length()==0)

  3: }

Bagi kita yang terbiasa dengan bahasa indonesia, source code diatas tidak menjadi sebuah masalah. Tapi cerita akan lain jika aplikasi yang kita buat dikerjakan bersama dengan orang-orang lain yang tidak faham bahasa indonesia. Nama method seharusnya menjadi suatu yang meaningfull yang merepresentasikan isi dari sebuah method sedangkan orang yang tidak faham bahasa indonesia tidak akan mengerti arti dari nama method itu. Untuk faham mereka harus bertanya dan itu menyita energi dan waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk coding. Akan lain hasilnya jika kita menuliskan seperti ini :

  1: public boolean isEmpty (String str) {

  2:     return (str == null || str.lenght() == 0)

  3: }

Dengan jumlah baris yang sama, isi method yang sama tapi memiliki makna yang berbeda.

Membuat source code kita sesuai standar tentunya memerlukan effort yang lebih. Tetapi hal itu lebih baik dibandingkan daripada kita harus mengeluarkan effort yang besar ketika anda harus mengajari orang mebaca source code anda atau bahkan anda sendiri akan bingung ketika membaca source code anda.

Read More January 21, 2010   Posted Under: Gado-Gado, Software Tech

Goen change style

Terhitung hari ini, anda akan melihat sedikit perubahan di goenpedia. sedikit memperbaiki bahasa dan kalimat yang digunakan dalam penulisan. memberi sedikit efek “rapih”. posting yang telah ada tidak akan mengalami pengeditan dengan harapan bisa menjadi bahan “perenungan” :D .

Salam Perubahan :D

Read More January 21, 2010   Posted Under: Gado-Gado

Google App Engine

Google App Engine

Perkembangan java begitu pesat belakangan ini. Teknologi, framework, library banyak lahir sehingga makin hari coding menjadi semakin mudah. Banyak hal yang bisa dipelajari, dicoba. Tapi sejauh ini, kebanyakan orang cuman ngedeploy hasil codingan mereka di local aja. Banyak aplikasi bisa live karena beberapa hal; mungkin aplikasi itu emang aplikasi yang sengaja dibuat untuk keperluan enterprise ato mungkin orang tersebut “tergila-gila” sama research sehingga ga ada masalah ngeluarin duit untuk sewa hostingan. Tapi, rata-rata kita ga kaya gitu. Kalo cuman untuk urusan research, kayanya kita lebih memilih buat cari yang gratisan.

Ok .. udah coba nyari hosting untuk java yang gratisan pake “om goggle” .. eng … ing .. eng .. dan hasilnya nihil. Ga tau gua emang salah keyword, ato emang beneran ga ada. Beberapa sempat ketemu sama yang tulisan nya “Free”. Tapi tetep aja nyambung ke tempat yang berbayar.

Kalo gitu “Google App Engine” bisa jadi solusinya. Melalui “Google App Engine”, google user buat make infrastruktur google untuk jalanin web applikasi kita. Infor lebih lanjut tentang “google App Engine” bisa di akses di http://code.google.com/appengine/docs/whatisgoogleappengine.html.

Terus apa yang bakal kita bahas di postingan ini ?

Read More January 18, 2010   Posted Under: Gado-Gado, Software Tech

Cita-cita, Kerja Keras dan Komitmen

“Setiap orang memiliki cita-cita. Kerja keras akan membuatnya tumbuh dan komitmen akan membuatnya kokoh”. 

Pohon cita-cita yang tidak dipupuk dengan kerja keras, hanya  akan menjadi sebuah bonsai harapan yang tetap jauh dari langit tujuan. Kecil dan selalu menganggap tujuan adalah sebuah angan-angan yang tak mungkin dicapai.

Pohon cita-cita yang tidak bertanahkan komitmen hanya akan menjadi tumpukan batang yang lemah. Air hujan hanya akan membuatnya busuk dan tiupan angin hanya akan membuatnya tumbang.

Komitmen dan kerja keras akan membawa cita-cita tumbuh menjadi sesuatu yang kokoh dan luar biasa. Bisa dilihat dan dirasakan. Berkembang, tumbuh melaju menuju langit harapan. Walaupun Pada suatu ketika, cita-cita harus berhenti tumbuh sebelum mencapai  sesuatu yang seharusnya menjadi batas akhirnya, maka setiap orang masih akan menyimpan sebuah hal yang mengagumkan darinya yang menjadi sebuah pelajaran. Jauh lebih tinggi dari apa yang menjadi tujuan cita-cita. Dan Itu mengagumakan.

Read More January 17, 2010   Posted Under: Gado-Gado

[extJs] Form (1)

Dalam extjs, ada dua komponen penting yang harus di perhatikan ketika akan bekerja dengan sebuah form;  “Ext.form.FormPanel” dan “Ext.form.Field”. “Ext.form.FormPanel” mirip dengan form di HTML sedangkan “Ext.form.Field” mirip dengan “input” di dalam html. Disini dikatakan mirip karena tidak sama persis dengan komponen yang ada di HTML. Dalam extjs komponen-komponen tersebut telah di customize sehingga lebih memudahkan dalam penggunaannya.

Dalam extjs, ada dua komponen penting yang harus di perhatikan ketika akan bekerja dengan sebuah form; “Ext.form.FormPanel” dan “Ext.form.Field”. “Ext.form.FormPanel” mirip dengan form di HTML sedangkan “Ext.form.Field” mirip dengan tag “input” di dalam html. Disini dikatakan mirip karena tidak sama persis dengan komponen yang ada di HTML. Dalam extjs komponen-komponen tersebut telah di customize sehingga lebih memudahkan dalam penggunaannya.
Langsung aja praktek deh. Kali ini kita bakal bikin sebuah form kaya di bawah.

movie

Form itu terdiri dari dua buah textfield dan sebuah date field. (bisa diliat sendiri gambarannya di atas).

Skarang kita mulai tulis code nya. Seperti biasa, di extjs, source code kita selalu kita awali dengan Ext.onReady() function. Didalam onReady barulah kita buat sebuah form dengan menggunakan Ext.FormPanel().

Var movie_form = new Ext.FormPanel()  –> kita membuat sebuah FormPanel atau yang kita kenal sebagai form di HTML.

 Javascript |  copy code |? 
01
02
Ext.onReady(function(){
03
var movie_form = new Ext.FormPanel({
04
url: 'movie-form-submit.php',
05
renderTo: document.body,
06
frame: true,
07
title: 'Movie Information Form',
08
width: 250,
09
items: [{
10
xtype: 'textfield',
11
fieldLabel: 'Title',
12
name: 'title'
13
},{
14
xtype: 'textfield',
15
fieldLabel: 'Director',
16
name: 'director'
17
},{
18
xtype: 'datefield',
19
fieldLabel: 'Released',
20
name: 'released'
21
}]
22
});
23
});

Dari source code diatas kita bisa lihat bahwa FormPanel yang kita punya menggunakan 6 buah properties; url, renderTo, frame, title, width dan items.

url –>alamat submit. Di HTML kita menggunakan

.    

“renderTo” –> dimana kita akan “menempelkan” form kita. Source code diatas ditulis “renderTo = document.body”. berarti kita meletakan form ini di body.

Title –> title ini bakal muncul di bagian atas form kita

Width –> lebar dari form

Items –> dalam form tersebut, diletakan 3 buah item; textfield yang berlabel title, text field yang bernama Director dan textfield (datefield) yang berlabel Released. Items ini akan berisikan komponen “Ext.form.FormPanel”.

Read More January 13, 2010   Posted Under: Software Tech, dummies, extjs
Page 1 of 41234»